Jumat, 19 April 2013

KONSEP MANUSIA



KONSEP MANUSIA BERDASARKAN ALIRAN PSIKOANALISA, BEHAVIORISTIK, DAN HUMANISTIK.
BERDASARKAN ALIRAN PSIKOANALISIS
Berbicara tentang psikoanalisis tentu tidak bisa lepas dari seorang tokoh yang telah mempopulerkannya, yaitu Sigmund Freud (1856-1939), dan bisa dibilang mengabdikan hidupnya untuk mengembangkan teori “canggih”nya ini. 
 Menurut Nama Freud baru dikenal pertama kalinya dalam kalangan psikologi akademis pada tahun 1909, ketika ia diundang oleh G. Stanley Hall, seorang sarjana psikologi Amerika, untuk memberikan serangkaian kuliah di universitas Clark di Worcester, Massachusetts.
Ada beberapa poin penting yang menjadi inti dari teori ini sehingga mampu melahirkan konsep yang “unik” tentang manusia. Poin penting itu adalah; kesadaran (consciousness) dan ketidaksadaran (unconsciousness),struktur kepribadian, kecemasan (anxiety), mekanisme pertahanan diri (defense mechanism), dan tahap perkembangan psikoseksual (psychosexual stage).

BERDASARKAN ALIRAN PSIKOLOGI PERILAKU (BEHAVIORISME)

Konsep Manusia Dalam Aliran Behavioristik
Para ahli psikologi behavioristik memandang manusia tidak pada dasarnya baik atau jahat. Para ahli yang melakukan pendekatan behavioristik,memandang manusia sebagai pemberi respons (responder), sebagai hasil dari proses kondisioning yang telah terjadi.
   Dustin & George (1977) yang dikutip oleh George & Cristiani (1981), mengemikakan pandangan behavioristik terhadap konsep manusia, yakni :
1.      Manusia di pandang sebagai individu yang pada hakikatnya bukan individu yang baik atau yang jahat,tetapi sebagai individu yang selalu berada dalam keadaan sedang mengalami,yang memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu pada semua jenis perilaku.
2.      Manusia mampu mengkonseptualisasikan dan mengontrol perilakunya sendiri.
3.      Manusia mampu memperoleh perilaku yang baru.
4.      Manusia bisa mempengaruhi perilaku orang lain sama halnya dengan perilakunya yang bisa dipengaruhi orang lain.
   Ivey, et al (1987) mengemukakan bahwa pernah para pendukung pendekatan behavioristik merumuskan manusia sebagai manusia yang mekanistik dan deterministik, dimana manusia dianggap bisa dibentuk sepenuhnya oleh lingkungan dan sedikit memiliki kesempatan untuk memilih. Namun pendekatan behavioristik yang baru, menitikberatkan meningkatnya kebebasan dan pilihan melalui pemahaman terhadap dasar-dasar perilaku seseorang.
   Corey (1991) mengemukakan bahwa pada terapi perilaku, perilaku adalah hasil dari belajar. Kita semua adalah hasil dari lingkungan sekaligus adalah pencipta lingkungan. Tidak ada dasar yang berlaku umum bisa menjelaskan semua perilaku. Karena, setiap perilaku ada kaitanya dengan sumber yang ada di lingkungan yang menyebabkan terjadinya sesuatu perilaku tersebut.
   Albert Bandura (1974, 1977, 1986) yang terkenal sebagai tokoh teori sosial-belajar, menolak suatu konsep bahwa manusia adalah pribadi yang mekanistik dengan model perilakunya yang deterministik. Pengubahan (modifikasi) perilaku bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang agar jumlah respon akan lebih banyak
Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental.
Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis, Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. Dasar-dasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya.
Tokoh-Tokoh
1. John Watson (1878-1958)
Setelah memperoleh gelar master dalam bidang bahasa (Latin dan Yunani), matematika, dan filsafat di tahun 1900, ia menempuh pendidikan di University of Chicago. Minat awalnya adalah pada filsafat, sebelum beralih ke psikologi karena pengaruh Angell. Akhirnya ia memutuskan menulis disertasi dalam bidang psikologi eksperimen dan melakukan studi-studi dengan tikus percobaan. Tahun 1903 ia menyelesaikan disertasinya. Tahun 1908 ia pindah ke John Hopkins University dan menjadi direktur lab psi di sana. Pada tahun 1912 ia menulis karya utamanya yang dikenal sebagai ‘behaviorist’s manifesto’, yaitu “Psychology as the Behaviorists Views it”.
2. Clark L. Hull (1884-1952)
Hull menamatkan Ph.D dalam bidang psikologi dari University of Wisconsin dan mengajar di sana selama 10 tahun, kemudian mendapat gelar professor dari Yale dan menetap di uni ini hingga masa pensiunnya. Sepanjang karirnya, Hull mengembangkan ide di berbagai bidang psikologi, terutama psikologi belajar, hipnotis, teknik sugesti. Metode yang paling sering digunakan adalah eksperimental lab.
3. B.F. Skinner (1904-1980)
Prinsip-prinsip utama pandangan Skinner:
Descriptive behaviorism, pendekatan eksperimental yang sistematis pada perilaku yang spesifik untuk mendapatkan hubungan S-R. Pendekatannya induktif. Dalam hal ini pengaruh Watson jelas terlihat
Empty organism, menolak adanya proses internal pada individu.
Menolak menggunakan metode statistical, mendasarkan pengetahuannya pada subyek tunggal atau subyek yang sedikit namun dengan manipulasi eksperimental yang terkontrol dan sistematis.
4. Albert Bandura (1925 - ..)
Bandura lahir di Canada, memperoleh gelar Ph. D dari University of Iowa dan kemudian mengajar di Stanford Uni.
Sebagai seorang behaviorist, Bandura menekankan teorinya pada proses belajar tentang respon lingkungan. Oleh karenya teorinya disebut teori belajar sosial, atau modeling.
Prinsipnya adalah perilaku merupakan hasil interaksi resiprokal antara pengaruh tingkah laku, koginitif dan lingkungan. Singkatnya, Bandura menekankan pada proses modeling sebagai sebuah proses belajar.
BERDASARKAN ALIRAN HUMANISTIK
Psikologi humanistik atau disebut juga dengan nama psikologi kemanusiaan adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Bagi sejumlah ahli psikologi humanistik ia adalah alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli psikologi humanistik yang lainnya merupakan pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalis. Keyakinan ini membawa kepada usaha meningkatkan kualitas manusia seperti pilihan, kreativitas, interaksi fisik, mental dan jiwa, dan keperluan untuk menjadi lebih bebas. Situs yang sama menyebutkan bahwa psikologi humanistik juga didefinisikan sebagai sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan kepada berbagai nilai, sifat, dan tindak tanduk yang dipercayai terbaik bagi manusia.
Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu, psikologi humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia. Kedua, ia menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia. Ketiga, ia menawarkan metode yang lebih luas akan kaedah-kaedah yang lebih efektif dalam pelaksanaan psikoterapi. Pokok persoalan dari psikologi humanistik adalah pengalaman subjektif manusia, keunikannya yang membedakan dari hewan-hewan, sedangkan area-area minat dan penelitian yang utama dari psikologi humanistik adalah kepribadian yang normal dan sehat, motivasi, kreativitas, kemungkinan-kemungkinan manusia untuk tumbuh dan bagaimana bisa mencapainya, serta nilai-nilai manusia Dalam metode-metode studinya, psikologi humanistik menggunakan berbagai metode mencakup wawancara, sejarah hidup, sastra, dan produk-produk kreatif lainnya.        
Berlainan dengan Psikoanalisis yang memandang buruk hakikat manusia, dan Psikologi Perilaku yang memandang netral, Psikologi Humanistik berasumsi bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi-potensi yang baik (minimal lebih banyak baiknya daripada buruknya). Psikologi Humanistik memusatkan perhatian untuk menelaah kualitas-kualitas manusia, yaitu sifat-sifat dan kemampuan khusus manusia yang terpatri pada eksistensi manusia, seperti: kemampuan abstraksi, daya analisis & sintesis, imajinasi, kreativitas, kebebasan berkehendak, tanggung jawab, aktualisasi diri, makna hidup, pengembangan pribadi, humor, sikap etis, dan rasa estetika. Metode fenomenologi yang berusaha mengungkap pengalaman dan penghayatan seseorang merupakan metode yang sering digunakan Psikologi Humanistik dalam menelaah kualitas-kualitas manusia.
Psikologi Humanistik memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki otoritas atas kehidupan dirinya. Asumsi ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang sadar, mandiri, pelaku aktif yang dapat menentukan (hampir) segalanya. Manusia adalah makhluk dengan julukan “the self determining being” yang mampu sepenuhnya menentukan tujuan-tujuan yang paling diinginkannya dan cara-cara mencapai tujuan itu yang dianggapnya paling tepat.
Logoterapi, sebuah corak pandangan psikologi yang sering dikelompokkan ke dalam Psikologi Humanistik, menemukan adanya dimensi lain pada manusia disamping dimensi raga (somatis) dan dimensi kejiwaan (psikis), yaitu dimensi noetic (atau sering juga disebut dimensi keruhanian(spiritual). Menurut Viktor Frankl, sang penemu Logoterapi, pengertian ruhani di sini sama sekali tidak mengandung konotasi agamis, tetapi dimensi ini dianggap sebagai inti kemanusiaan, merupakan sumber makna hidup & potensi dari berbagai kemampuan & sifat luhur manusia yang luar biasa yang sejauh ini terabaikan dari telaah psikologi sebelumnya. Logoterapi mengajarkan bahwa manusia harus dipandang sebagai kesatuan raga, jiwa, & ruhani yang tidak terpisahkan. Selain itu Logoterapi menganggap hasrat untuk hidup bermakna adalah motivasi utama manusia. Bila seseorang berhasil memenuhinya, maka akan menjadikan hidupnya bermakna dan bahagia. Begitupun sebaliknya, bila ia tidak berhasil memenuhi arti hidupnya, maka akan menyebabkan hidupnya hampa (tidak bermakna).
Psikologi humanistik berasumsi bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi yang baik (minimal lebih banyak baiknya dari pada buruknya). Manusia memiliki kualitas-kualitas insani yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, seperti kemampuan abstraksi, imajinasi, kreativitas, aktualisasi diri, dan lain-lain. Manusia dipandang sebagai makhluk yang otoritas atas kehidupannya sendiri. Artinya, manusia adalah makhluk yang sadar, mandiri, pelaku aktif yang dapat menentukan hampir segalanya. Oleh karena itu, manusia disebut sebagai the self determining being. Meode fenomenologis merupakan metode yang dipakai oleh tokoh humanistik untuk menelaah kualitas-kualitas insani.
George. A.Kelly menyatakan beberapa gagasannya tentang pandangan terhadap manusia, yaitu
         The person’s construct
Personal construct adalah cara seseorang memandang pengalamannya sendiri. Kelly menggambarkan manusia sebagai makhluk aktif yang bisa mengubah kehidupannya.
          People a scientists
Manusia dapat menilai dan membuat hipotesis atas dirinya sendiri
         Constructive alternativism : many ways to see
Manusia memiliki banyak sudut padang dalam suatu masalah
         Roles: many ways to be
Manusia memiliki banyak peran dalam hidupnya
         Self-determinism
Manusia ialah bergantung pada apa yang ia perbuat pada dirinya
 To the humanist every man is a scientist by disposition as well as by right, every subject ia an incipient experimenter, and every person is by daily necessity a fellow psychologist (G.A.Kelly, 1966, in B.A.Maher, 1979, p.205)
Carl Rogers juga mengemukakan bahwa kecenderungan manusia ialah mengaktualisasikan dirinya. Manusia dipandang memiliki banyak keunikan dan realitas pengalaman subjektif yang beragam. Sedangkan Maslow memandang aktualisasi diri sebagai kebutuhan dasar manusia.
Psikologi humanistik berasumsi bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi-potensi yang baik, minimal lebih banyak baiknya daripada buruknya. Psikologi humanistic memusatkan perhatian untuk menelaah kualitas-kualitas insani, yakni sifat-sifat dan kemampuan khusus manusia yang terpatri pada eksistensi manusia, seperti kemampuan abstraksi, daya analisis dan sintesis, imajijnasi, kreativitas, kebebasan berkehendak, tanggungjawab, aktualisasi diri, makna hidup, pengembangan pribadi, humor, sikap etis dan rasa estetika. Selain itu psikologi humanistic memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki otoritas atas kehidupan dirinya sendiri. Asumsi ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang sadar, mandiri, pelaku aktif yang dapat menentukan (hampir) segalanya. Ia adalah makhluk dengan julukan the self determining being yang mampu sepenuhnya  menentukan tujuan-tujuan yang paling diinginkannya dan cara-cara mancapai tujuan itu yang dianggapnya paling tepat.
Logoterapi, sebuah corak pandangan psikologi yang sering dikelompokkan ke dalam psikologi humanistic, menemukan adanya dimensi lain pada manusia di samping dimensi raga (somatis) dan diimensi kejiwaan (psikis) yaitu, dimensi oetik atau sering juga disebut dimensi spiritual. Logoterapi mengajarkan bahwa manusia harus dipandang sebagai kesatuan raga jiwa ruhani yang tak terpisahkan. Selain itu logoterapi menganggap hasrat untuk hidup bermakna adalah motivasi utama manusia . dan bila seseorang berhsil memenuhinya akan menjadikan hidupnya bermkna dan bahagia. Sebaliknya jika ia tak berhasil memenuhi arti hidupnya hampa tak bermakna.
Carl Rogers; Self Theory

Rogers mengembangkan teori tentang diri dan kondisi-kondisi yang memungkinkan pemenuhan dan pertumbuhan optimal. Teori Rogers tentang Selfmenekankan pada pengalaman subyektif individu yang unik. Menurutnya, setiap individu secara potensi adalah pakar terbaik bagi dirinya dan yang paling mengetahui dirinya sendiri. Rogers memandang perilaku sebagai upaya untuk mencapai tujuan guna memuaskan kebutuhan, yang dirasakan sebagai pengalaman.
Self / diri / konsep diri adalah persepsi-persepsi tentang sifat dari diri subyek dengan orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi tersebut. Konsep diri mempengaruhi perilaku kuat / lemahnya seseorang terhadap penafsiran tentang dirinya akan mempengaruhi bagaimana ia mempersepsikan orang lain. Dalam Self Theory, individu membutuhkan hal yang positif. Kebutuhan ini berkembang sebagai kesadaran diri yang muncul dan membimbing seseorang untuk menerima dan mencintai orang lain.

DAFTAR PUSTAKA


Basuki Heru. 2008. Psikologi Umum. Universitas Gunadarma
https://www.google.com/search?q=carl+rogers&source=lnms&tbm
www.google.com


NAMA   : GUNTUR HAMONANGAN
KELAS   : 2PA08
 




Senin, 04 Maret 2013

SEHAT


Pengertian Sehat Menurut WHO





 Kabar6-Menurut WHO, ada komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat yaitu:

1. Sehat Jasmani

Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal. 

2. Sehat Mental

Sehat Mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno “Jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat “(Men Sana In Corpore Sano)”.
Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut:
a. Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah menyesal dan kasihan terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan.
b. Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan emosi orang lain.
c. Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan masalah secara cerdik dan bijaksana.



3. Kesejahteraan Sosial

Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara sulit diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.

4. Sehat Spiritual

Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.
Keempat komponen ini dikenal sebagai sehat positif atau disebut sebagai “Positive Health” karena lebih realistis dibandingkan dengan definisi WHO yang hanya bersifat idealistik semata-mata.

NAMA    :  GUNTUR HAMONANGAN
NPM       :  13511110
KELAS   :  2pa 08



SUMBER   : kabar6.com   (Kamis, 13 Desember 2012 06:38 SEHAT  )

Senin, 19 November 2012

tes psikologi internet


TES PSIKOLOGI INTERNET


Mungkin banyak dari kita yang sudah mengetahui tes psikologi melalui internet tapi tahukah kita akan dampak-dampak positif dan negatif dari hal itu?? Dan bagaimana cara bijak untuk menangani hal tersebut?? Baiklah kali ini saya akan membahas tentang hal itu.


Ø  Dampak Positif Tes Psikologi Online

·      Efisien dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
·      Dapat menerima surat lamaran/curriculum vitae (CV) dengan adanya email.
·      Dapat melakukan wawancara melalui video call, jika interview (orang yang diwawancara) dan interviewer (orang yang mewawancarai) tidak dapat bertatap muka/bertemu secara langsung.
·      Dapat melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.

Ø  Dampak Negatif  Tes Psikologi Online


·         Individu akan mengalami resistansi (kebal) atau sudah mengetahui materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.
·         Banyaknya informasi yang diterima sering kali membuat kita kesulitan dalam
memilah prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak
jarang orang percaya begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa
terlebih dahulu menyelidiki kebenaran dari informasi yang dia terima (Dewin, 2010). Dalam hal ini, misalnya lamaran yang diterima melalui email.
·         Dalam melakukan wawancara secara online, dikhawatirkan individu tidak menampilkan dirinya secara benar, yaitu individu yang diwawancara disorot dengan webcam tetapi yang mengetik jawaban adalah orang lain. Ataupun jika melalui suara, dikhawatirkan akan adanya gangguan atau tidak lancarnya jaringan sehingga video maupun suara yang ada akan patah-patah (jaringan lemot), yang mengakibatkan terganggunya proses wawancara.
·           Dengan adanya programmer yang dapat membuat software skoring alat tes psikologi, membuat programmer tersebut dapat melakukan pekerjaan orang-orang psikologi dalam hal skoring hasil.


   
     Menurut Rahmat, alat tes psikologi termasuk rahasia negara sehingga harus dijaga dan tidak bisa dijadikan pengetahuan umum. Namun, ia menambahkan, tidak semua alat tes psikologi merupakan rahasia negara. Alat tes yang merupakan rahasia negara adalah alat tes yang hanya dapat digunakan oleh psikolog, seperti yang biasa digunakan untuk rekrutmen dan penelitian masalah intelegensi dan kepribadian, serta alat tes yang hanya dapat digunakan oleh psikolog klinis, yaitu masalah psikologi yang berat yang menyangkut penyakit kejiwaan.  Sementara untuk tes psikologi model kuis seperti yang banyak terdapat di majalah, internet, maupun buku-buku yang diperjual belikan di toko buku, dapat digunakan oleh masyarakat awam.
Jadi, kerahasiaan alat-alat tes psikologi harus sangat di jaga. Terutama oleh orang-orang yang bergerak di bidang psikologi agar tes-tes tersebut memiliki daya fungsi yang sesuai dengan apa yang akan di ukur dan juga kita haruslah bijak menggunakannya agar semua tes psikologi internet tidak meyalahkan aturan dan melanggar hak cipta.



NAMA            : GUNTUR HAMONANGAN  S
NPM               : 13511110
KELAS           : 2PA08

Sumber                : www.google.com